Postingan

Menampilkan postingan dengan label bimbingan dan larangan orang jawa

Angguk

Gambar
Angguk Tarian jenis ini sudah ada sejak abad ke-17, dibawa oleh para penyebar agama Islam yang datang dari wilayah Mataram-Bagelen. Tarian ini disebut angguk karena penarinya sering memainkan gerakan mengangguk-anggukan kepala. Kesenian angguk yang bercorak Islam ini mulanya berfungsi sebagai salah satu alat untuk menyiarkan agama Islam. Sayangnya jenis kesenian ini sekarang semakin jarang dipentaskan. Angguk dimainkan sedikitnya oleh 10 orang penari anak laki-laki berusia sekitar 12 tahun. Pakaian para penari umumnya berwarna hitam lengan panjang dengan garis-garis merah dan kuning di bagian dada/punggung sebagai hiasan. Celana panjang sampai lutut dengan hiasan garis merah, tanpa alas kaki, mengenakan kaos kaki panjang sebatas lutut, serta memakai topi pet berwarna hitam. Perangkat musiknya terdiri dari kendang, bedug, tambur, kencreng, 2 rebana, terbang (rebana besar) dan angklung. Syair lagu-lagu Tari Angguk diambil dari kitab Barzanji , berbahasa bahasa Arab....

Pituduh lan Wewaler

PITUDUH (Bimbingan) "Pangeran nitahake sira iku lantaran biyungira, mula kudu ngurmati biyungira" bahwa kita (manusia) itu diciptakan melalui seorang Ibu, oleh karena itu kita harus menghormati Ibu "Sakbegja-begjane kang lali, luwih begja kang eling klawan waspada" bahwa se untung-untungnya orang yang lupa, masih lebih untung orang yang selalu ingat dan waspada "Sing sapa ora gelem gawe becik marang liyan, aja sira ngarep-arep yen bakal oleh pitulungan ing liyan" bahwa barangsiapa yang enggan berbuat baik, jangan berharap akan mendapat pertolongan dalam perkara yang lain "Rumangsa melu handarbeni. Wajib melu hanggondheli. Mulat sarira hangrasa wani" merasa ikut memiliki, wajib ikut mempertahankan (bertanggung jawab), dan berani memawas diri *pituduh iki didadekne semboyan Pangeran Mangkunegara III "Enoma, bagusa, isih darah lan warasa kae yen kapinteran ora duwe, kucem raine, tanpa cahya, ora beda karo kembang randhu alas ...